KERAGAMAN JENIS JAMUR DI HUTAN ARBORETUM BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI AGROFORESTRY CIAMIS

Aji Winara

Abstract


Keberadaan fungi dalam ekosistem hutan berperan dalam kematangan dan kesehatan hutan baik sebagai dekomposer, simbion maupun patogen.Selain itu keberadaan beberapa fungi telah dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya sebagai bahan pangan dan obat-obatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman jenis jamur dan peran ekologisnya serta informasi etnomikologi di arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry (BPPTA)  di Ciamis.Metode yang digunakan adalah teknik random sampling dengan petak tunggal. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 1.568 tubuh buah jamur dari 27 jenis dan 13 famili dijumpai pada lokasi penelitian dengan tingkat keragaman hayati tergolong  sedang (R’= 3,68; H’= 2,02; D’ = 0,80). Terdapat tiga peran ekologi jamur antara lain sebagai dekomposer (19 jenis), simbiotik (6 jenis) dan patogen (2 jenis). Berdasarkan etnomikologi sebanyak tujuh jenis jamur tergolong jamur yang dapat dimakan antara lain Termitomyces albuminosus, Termitomyces eurhizus, Termitomyces microcarpus, Auricularia auricula, Auricularia mesenterica, Pleurotus djamor dan Pleurotus sp..

Keywords


Ciamis, jamur, etnomikologi, ekologi

Full Text:

PDF

References


Achmad, Mugiono, Azmi, C., & Arlianti, T. (2011). Panduan lengkap jamur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Anwar, K. (2014). Inventarisasi dan karakterisasi jamur liar yang dapat di konsumsi di Desa Wonojati Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan-Jawa Timur. In Prosiding Seminar Biologi 11 (1) : 308-312.

Anwar, K., Hastuti, U. S., & Witjoro, A. (2015). Kajian variasi morfologi basidiokarp dan basidiospora lima spesies jamur termitomyces yang ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan. SKRIPSI Jurusan Biologi-Fakultas MIPA UM, 2015.

Badrunasar, A., & Nurahmah, Y. (2012). Pertelaan koleksi pohon arboretum Balai Penelitian Teknologi Agroforestry. Ciamis : Balai Penelitian Teknologi Agroforestry.

Boa, E. R. (2004). Wild edible fungi : a global overview of their use and importance to People (Vol. 17) : Food & Agriculture Org.

BPS. (2014). Kabupaten Ciamis dalam angka. Ciamis: Badan Pusat Statistik.

Burke, D. J., Smemo, K. A., & Hewins, C. R. (2014). Ectomycorrhizal fungi isolated from old-growth northern hardwood forest display variability in extracellular enzyme activity in the presence of plant litter. Soil Biology and Biochemistry, 68, 219-222.

Codjia, J. E., & Yorou, N. S. (2014). Ethnicity and gender variability in the diversity, recognition and exploitation of Wild Useful Fungi in Pobè region (Benin, West Africa). Journal of Applied Biosciences, 78, 6729-6742.

Courty, P.-E., Buée, M., Diedhiou, A. G., Frey-Klett, P., Le Tacon, F., Rineau, F., . . . Garbaye, J. (2010). The role of ectomycorrhizal communities in forest ecosystem processes: new perspectives and emerging concepts. Soil Biology and Biochemistry, 42 (5), 679-698.

De Leon, A. M., Reyes, R. G., & dela Cruz, T. E. E. (2014). Lentinus squarrosulus and Polyporus grammocephalus: Newly domesticated, wild edible macrofungi from the Philippines. The Philippine Agricultural Scientist, 96(4).

Diagne, N., Thioulouse, J., Sanguin, H., Prin, Y., Krasova-Wade, T., Sylla, S., . . . Svistoonoff, S. (2013). Ectomycorrhizal diversity enhances growth and nitrogen fixation of Acacia mangium seedlings. Soil Biology and Biochemistry, 57, 468-476.

Dighton, J. (2003). Fungi in ecosystem processes : CRC Press.

Gandjar, I., Sjamsuridzal, W., & Oetari, A. (2006). Mikologi : dasar dan terapan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Giovanni, P. (1985). MacDonald encyclopedia of mushrooms and toadstolls. London: Macdonald & Co (Publisher) Ltd.

Herliyana, E. N. (2013). Early Report of Red Root Rot of Ganoderma sp. on Agathis sp.(Damar) in Mount Walat Education Forest, Sukabumi, West Java. Jurnal Silvikultur Tropika, 3 (2).

Junaedi E, Widiyanto A, Saepudin U. (2011). Kajian lanskap hutan pada berbagai kondisi DAS. Laporan Hasil Penelitian Balai Penelitian Teknologi Agroforestry, Ciamis. Tidak dipublikasikan.

Khotimah, S., Sari, I. M., & Linda, R. (2015). Jenis-jenis jamur basidiomycetes di hutan Bukit Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Protobiont, 4 (1) : 22-28.

Magurran, A. E. (2004). Measuring biological diversity. Victoria: Blackwell Publishing.

Mile, M. Y., & Siarudin, M. (2007). Potensi biomas dan C-stock hutan rakyat sengon pada beberapa tipe tapak dan implikasinya dalam pemanfaatan jasa lingkungan perdagangan karbon. Prosiding Pekan Hutan Rakyat II. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman.

Miles, P. G., & Chang, S.-T. (2004). Mushrooms : cultivation, nutritional value, medicinal effect and environmental impact: CRC press.

N’ga, K., Yéo, K., Konaté, S., & Linsenmair, K. E. (2013). Socio-economical aspects of the exploitation of Termitomyces fruit bodies in central and southern Côte d’Ivoire: Raising awareness for their sustainable use. Journal of Applied Biosciences, 70 (1), 5580-5590.

Noor, M., & Saridan, A. (2013). Keanekaragaman fungi makro pada tegakan benih dipterocarpaceae di Taman Nasional Tanjung Puting dan Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Dipterocarpa, 7(1), 53-62.

Polese, J.-M. (2005). The Pocket Guide to Mushrooms: Könemann.

Pushpa, H., & Purushothama, K. (2012). Biodiversity of mushrooms in and around Bangalore (Karnataka), India. American-Eurasian J. Agric. & Environ. Sci, 12 (6), 750-759.

Suhaendah, E. (2014). Populasi rayap Coptotermes curvignathus Holmgren dan faktor-faktor ekologi yang mempengaruhinya. Al-Basia, 10 (1), 19-24.

Tibuhwa, D. D. (2012). Termitomyces species from Tanzania, their cultural properties and unequalled basidiospores. Journal of Biology and Life Science, 3 (1).

Utomo, B., & Yunasfi, Y. (2013). The diversity of macroscopic fungi in The Education Forest of University of Sumatera Utara, Tongkoh Village, Karo District, North Sumatra Province. Peronema Forestry Science Journal, 2 (1), 176-182.

Wu, Q. F., Tiers, B. M., & Pfister, D. H. (2004). Biodiversity of Fungi: Inventory and Monitoring Methods. In G. M. Mueller, G. F. Bills & M. S. Foster (Eds.), Preparation, preservation and use of spesimen in herbaria (pp. 23-36). USA: Elshivier Accademic Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0