IPTEK BAGI MASYARAKAT: IBU RUMAH TANGGA SUMBER PENDAPATAN BARU KELUARGA

Titin Pramiyati, Jayanta Jayanta, Rudhy Ho Purabaya

Abstract


Salah satu indikator keluarga sejahtera adalah kebutuhan hidup materil yang terpenuhi sehingga menciptakan ketahanan keluarga dalam bentuk kemandirian keluarga. Terbentuknya keluarga sejahtera bertujuan untuk mengembangkan keluarga agar memiliki rasa aman, tentram dan harapan masa depan yang lebih baik. Tanggung jawab dalam pembentukan keluarga sejahtera dapat melibatkan peran ibu rumah tangga dalam pemenuhan kebutuhan materil keluarga, dengan cara melibatkan ibu rumah tangga dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga sehingga membentuk lingkungan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Peningkatan pendapatan keluarga dengan melibatkan ibu rumah tangga dapat dilakukan dengan memberi keterampilan kepada ibu rumah tangga untuk menghasilkan produk keterampilan tersebut untuk dipasarkan tanpa harus meninggalkan kewajiban utama ibu rumah tangga. Keterampilan yang dapat diberikan adalah keterampilan decoupage, yaitu seni menghias sebuah objek dengan menempelkan potongan kertas yang dikombinasi dengan efek cat atau varnish. Decoupage dapat diaplikasikan pada berbagai objek, salah satunya adalah tas atau dompet yang terbuat dari bahan pandan. Pemberian keterampilan decoupage pada tas atau dompet merupakan cara yang tepat untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat iptek bagi masyarakat (IbM) dengan konsep “mudah, menarik, dan menjual”. Pemberian keterampilan decoupage ini menggunakan metode learning by doing, yaitu pelatihan keterampilan yang langsung dikerjakan oleh ibu rumah tangga dengan bantuan instruktur yang telah terlatih sehingga pelatihan akan memberikan hasil yang baik. Metode learning by doing juga dapat memberi pemahaman kepada ibu rumah tangga pada tiap tahapan proses decoupage sehingga selain mampu membuat decoupage dengan baik, ibu rumah tangga juga dapat menjadi pelatih bagi ibu rumah tangga lain. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan kelompok ibu rumah tangga yang dapat menghias tas atau dompet dengan seni decoupage dan dapat memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga lain. Keberhasilan pelatihan ini akan memampukan ibu rumah tangga untuk membuat wirausaha bersama di lingkungan tempat tinggal dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 


Keywords


keluarga sejahtera, decoupage, learning by doing, wirausaha

Full Text:

PDF

References


Alfianto, E. A. (n.d.). Kewirausahaan : Sebuah Kajian Pengabdian Kepada Masyarakat, 1–13.

Darwis, D. (2013). Profil Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2012. Buku Laporan.

Faturochman, & Dwiyanto, A. (1998). VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENGUKURAN KELUARGA SEJAHTERA *. Populasi, 9(1).

Jumaedi, H. (2001). TERHADAP KEBERHASILAN USAHA ( Studi Kasus pada Pengusaha Kecil di Pekalongan ), 13–19.

Purnomo, M. (2017). Kompetensi Entrepreneurial : Mata Rantai yang Hilang untuk Menjadi Wirausaha Sukses Kompetensi Entrepreneurial :, (February).

Sandiasa, G. (2009). Kewirausahaan.

Sunarti, E. (2006). Indikator Keluarga Sejahtera: Sejarah Pengembangan, Evaluasi, dan Keberlanjutannya. Naskah Akademik.

Sunarti, E. (2011). Kependudukan Dan Keluarga Sejahtera.

Koran Yogja. (2015). Kerajinan Decoupage, Seni Menghias Dengan Sebuah Tissue. https://koranyogya.com/kerajinan-decoupage-seni-menghias-dengan-sebuah-tissue/

Rahadi. (2016). Cara Membuat Kerajinan “Decoupage”. http://www.kerajinan.id/2017/cara-membuat-kerajinan-decoupage.html


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0