Efektivitas Metode Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Siswa SMP Negeri

Nuraida Syatiawati, Titik Respati, Dony Septriana Rosady

Abstract


Abstrak
Remaja mengalami masa transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, kognitif dan sosial. Salah satu perubahan terbesar pada remaja adalah mengenai sistem reproduksi, yang menjadikan remaja rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Pemerintah telah memiliki program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang ditujukan untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja di sekolah. Akan tetapi, program ini belum menjangkau seluruh sekolah sehingga tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih belum memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas metode promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa SMP Negeri di Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimental pretest-posttest design dan dilakukan pada bulan Maret–April 2017. Subjek penelitian adalah siswa kelas 7 di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan setelah dilakukan promosi kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi dibanding dengan kelompok tanpa intervensi dengan nilai uji statistik p<0,001. Pemberian pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi perlu dilakukan dengan metode yang tepat agar dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi. Simpulan, promosi kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi  efektif untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi.

Abstract
Adolescents experience a period of transition characterized by biological, psychological, cognitive and social changes. One of the biggest changes in adolescence is about reproduction system, which makes them  vulnerable to reproductive health problems. Indonesia has a program called “Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja” (PKPR) to address reproductive health issue for adolescent that is delivered through school. However the program has not reached all schools, that may contribute to inadequate level of knowledge among adolescence about reproductive health. The purpose of this study is to describe the effectiveness of health promotion methods in improving knowledge of reproductive health  among junior high school students in Bandung. The research method used  quasi experimental pretest-posttest design which was conducted on March–April 2017. The subjects of the research were 60 of 7th grade students in one of the State Junior High School in Bandung with the samples of respondents taken by Purposive Sampling. The results showed there was statistical difference between knowledge level after health promotion using lecture and discussion method compared with group without intervention with value of p<0.001. Provision of knowledge on reproductive health needs to be done with appropriate methods in order to improve knowledge about the topic. Conclusion, health promotion using lecture and discussion methods is effective for improving reproductive health knowledge among adolescents.


Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan RI. Sexual Health Reproductive; Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja [Internet]. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2015 [diunduh 30 Desember 2016]. hlm:1-8. Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/-pusdatin/infodatin/infodatin/reproduksiremajaed.pdf.

BPS Bandung. Kota Bandung Dalam Angka [Internet]. Badan Pusat Statistik Kota Bandung 2015 [diunduh 23 Februari 2017]. Tersedia dari: https://bandungkota.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Kota-BandungDalamAngka2015.pdf.

World Health Organization (WHO). Adolescent development [Internet] 2016 [diunduh 30 Desember 2016]. Tersedia dari: http://www.who.int/maternal_child_adolescent/topics/adolescence/dev/en/.

UNESCO. What do we mean by “youth”? [Internet]. 2016 [diunduh 23 Februari 2017]. Tersedia dari: http://www.unesco.org/new/en/social-and-human-sciences/themes/youth/youth-definition/.

Curtis AC. Defining Adolescence. J Adolesc Fam Heal [Internet]. 2015 [diunduh 26 Desember 2106];7(2):1–39. Tersedia dari: http://-scholar.utc.edu/jafh/.

Unicef. Adolescent development: perspectives and frameworks [Internet]. 2006 [diunduh 30 Desember 2017]. (1). Tersedia dari: https://www.unicef.org/ADAP_series_1.pdf.

Adams G. Adolescent Development. Handb Adolesc Behav Probl [Internet]. 2005 [diunduh 25 Januari 2017];12(1):3–16. Tersedia dari: https://saripediatri.org/index.php/sapediatri/article/download/540/476.

Prawitri R, Djajakusumah TS, Santosa D. Pola perubahan transmisi infeksi HIV di Jawa Barat periode tahun 2002–2012. GMHC. 2015;3(1):19–24.

Manurung Murni. Membangun Remaja Jawa Barat yang Bebas dari Masalah Seklsualitas, Napza dan HIV/AIDS [Internet]. 2011 [diunduh 23 Februari 2017]. Tersedia dari: http://jabar.bkkbn.go.id/_layouts/-mobile/dispform.aspx.

IDAI. Kesehatan Reproduksi Remaja Dalam Aspek Sosial [Internet]. 2013 [diunduh7 Februari 2017]. Tersedia dari: http://www.idai.or.id/-artikel/seputarkesehatananak/kesehatanreproduksiremajadalamaspesosi.

World Health Organization (WHO). Promoting adolescent sexual and reproductive health through schools in low income countries: an information brief. Challenges [Internet]. 2008 [diunduh 6 Februari 2017]. Tersedia dari: http://apps.who.int/iris-/bitstream-/10665/70102/1/WHO_FCH_CAH_ADH_09.03_eng.pdf.

World Health Organization (WHO). Promoting adolescent sexual and reproductive health through schools in low income countries: an information brief. Challenges [Internet]. 2008 [diunduh 6 Februari 2017]. Tersedia dari: http://apps.who.int/iris/-bitstream-/10665/-70102/1/WHO_FCH_CAH_ADH_09.03_eng.pdfwh.

DepKes. Profil Kesehatan Indonesia 2014. [Internet]. 2015 [diunduh 25 Juli 2017]. Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/-resources/-download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2014.pdf.

Muthmainnah. Analisis Steakholder Remaja Terhadap Implementasi program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Di Kota Semarang. Jurnal Promkes [Internet]. 2013. [diunduh 25 Juli 2017];1(2);170-183. Tersedia dari: http://journal.unair.ac.id/ downloadfull/JuPromkes7065-ff980054a0fullabstract.pdf.

Batubara Jose RL. Adolescent Development. Handb Adolesc Behav Probl [Internet]. 2005 [diunduh 25 Januari 2017];12(1):3–16. Tersedia dari: https://saripediatri.org/index.php/pediatri/article/download/-540/476.

Maulana HDJ. Promosi Kesehatan [Internet]. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta; 2009 [diunduh 9 Februari 2017]. Tersedia dari: https://books.google.co.id/books?isbn=979448959X.

Florida C, HUBEK P. American Psychological Association. PsycnetApaOrg [Internet]. 2002 [diunduh 31 Januari 2017]. Tersedia dari: http://psycnet.apa.org/journals/amp/25/ 12/1113.pdf&product-Code=pa.

Benita NR. Pengaruh Penyuluhan terhadap Tingkat Kesehatan Reproduksi pada Remaja Siswa SMP Kristen Gergaji. 2012.

Rahayu N. Pengaruh Kegiatan Penyuluhan Dalam Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah di SMAN 1 Lubuk Dalam Kabupaten Siak Sri Indrapura Tahun 2013. Jurnal Gizi, Kesehatan Reproduksi dan Epidemiologi [Internet]. 2013 [diunduh 23 Februari 2017]. Hlm:1–9. Tersedia dari: http://jurnal.usu.ac.id/index.php/gkre-/article/viewFile/3633/1907.

Wahba Mamdouh, Fahmi Farzenah Roudi. The Need For Reproductive Health Education In Schools In Egypt. PRB [Internet]. 2012. [diunduh 25 Juli 2017]. Tersedia dari: http://www.prb.org/-pdf12/reproductivehealtheducationegypt.pdf.

Setiawati Karina Aisyah. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Melalui Metode Ceramah Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Siswa SMP Negeri 9 Surakarta [Internet]. 2014. [diunduh 17 Juli 2017]. Tersedia dari: http://eprints.ums.ac.id-/29452/11/NASKAH_PUBLIKASI.pdf.

Handayani S, Emilia O, Wahyuni B Efektivitas Metode Diskusi Kelompok dengan dan Tanpa Fasilitator pada Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Remaja Tentang Perilaku Seks Pranikah [Internet]. 2009 [diunduh 8 Februari 2017];25(3):133–41. Tersedia dari: https://-journal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3560.

Perdana , Pina J, Padmawati S, Zuhrina R, Lazuardi L, Lim M, Herald M dan Prabandari Y. Reaching Young People with Health Promotion Message To Improve Adolescent Sexual and Reproductive Health and Reduce Smoking In Indonesia. [Internet]. 2016 [diunduh 21 Juni 2017]. Tersedia dari: https://www.eiseverywhere.com/fileuploads/-7b470ad1f4e892802469752f3883aa76AislaPedrana306.pdf

Mayzulfi A, Respati T, Budiman. Pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai kesehatan reproduksi siswa SMA swasta dan Madrasah Alliyah. GMHC. 2013;1(2):46–51.

United Nations Population Fund (UNFPA). Adolescent sexual and reproductive health. [Internet]. 2014. [diunduh 25 Juli 2017]. Tersedia dari:http://www.unfpa.org/resources/adolescentsexualandreproductivehealth

DepKes. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) [Internet]. 2014 [diunduh 9 Februari 2017]. Tersedia dari: http://www.diskes.baliprov.go.id/id/ANANKESEHATANPEDULIREMAJAPKPR.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


P-ISSN 2597-5013 | E-ISSN 2597-5021