Toksisitas Akut Ekstrak Air Buah Pepaya (Carica papaya L.) Muda terhadap Profil Darah

Desvi Yulianti, Herri S. Sastramihardja, Yuktiana Kharisma

Abstract


Abstrak
Profil darah merupakan penghitungan jumlah sel darah putih, darah merah serta jumlah trombosit dalam darah yang berhubungan dengan indeks kesehatan dan diagnosis yang signifikan dalam evaluasi klinis rutin. Pepaya merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa kimia seperti saponin, alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. Tujuan penelitian ini mengetahui efek toksisitas akut ekstrak air buah pepaya muda terhadap profil darah pada tikus putih galur Wistar. Penelitian ini merupakan eksperimental in vivo dengan menggunakan proposed (new) recomended method pada 10 ekor tikus yang diberi dosis oral ekstrak air buah pepaya muda 50, 200, 400, 800, 1.000, 1.500, 2.000, 3.000, 4.000, 5.000 mg/kgBB masing-masing dan satu ekor tikus diberikan air sebagai kelompok kontrol. Penghitungan profil darah dilakukan setelah 24 jam pemberian ekstrak dengan metode flowcytometer. Hasil penelitian memperlihatkan tidak terdapat peningkatan ataupun penurunan kadar hemoglobin dan jumlah trombosit dibanding dengan nilai rujukan. Leukositosis didapatkan pada tikus yang diberi dosis 50 mg/kgBB, 2.000 mg/kgBB, 4.000 mg/kgBB. Hitung jenis leukosit memperlihatkan bahwa leukositosis terjadi karena tikus terinfeksi oleh virus. Secara umum jumlah leukosit pada subjek penelitian masih dalam batas normal. Simpulan, ekstrak air buah pepaya muda tidak bersifat toksik terhadap profil darah dalam 24 jam pemberian ekstrak air buah pepaya muda.

Abstract
The blood profile is a calculation the number of white blood cell, red blood giving cell and the number of platelets in the blood associated with a health index and a significant diagnosis in a routine clinical evaluation of a person's health status. Papaya is a medicinal plant that contained some giving chemical compounds such as saponins, alkaloids, terpenoids, and flavonoids. This study aims to determine the effect of acute toxicity of aqueous extract of unripe papaya fruit on the blood profile. The method of this study proposed a new recommended method using ten rats each given oral dose of papaya fruit juice extract 50; 200; 400; 800; 1,000; 1,500; 2,000; 3,000; 4,000; 5,000 mg/kgBW and one rat was only given water as a control group. Blood profile calculation was performed after 24 hours of giving an extract. The results show no increase or decrease of hemoglobin, thrombocyte count, and leukocyte count. It concluded the aqueous extract of unripe papaya fruit did not have acute toxicity to blood profile.


Keywords


Aqueous extract; unripe papaya fruit; profil darah; toksisitas akut

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Kebijakan obat tradisional nasional. Jakarta: Depkes RI; 2007.

Rahmawati, Triyani Y, Nilapsari R. Biji campedak (Artocarpus integrifolia) terhadap aktivitas fagositosis pada mencit jantan galur swiss. GMHC. 2014 September;2(2):55-9.

BPOM. Taksonomi koleksi tanaman obat kebun tanaman obat Citeureup.BPOM;2008.

Dewoto HR. Pengembangan obat tradisional Indonesia menjadi fitofarmaka. Maj Kedokt Indones. 2007;57(7):205-11.

Katno. Tingkat manfaat, keamanan dan efektifitas tanaman obat dan obat tradisional. B2P2TO-OT Depkes RI; 2008

Iwuagwu M, Chukwuka KS, Uka UN. Evaluation of nutritional components of Carica papaya L. at different stages of ripening. J Pharmacy Biol Sci.2013 May-June;6(4):13-6

Aravind G, Bhowmik D, Duraivel S, Harish G. J. Studies traditional and medicinal uses of Carica papaya. J Medic Plan. 2013;1(1):7-15.

Sule OJ, Abdu AR, Kiridi K. Effect of Carica papaya (L) leaves on haematological parameters in Ccl 4-induced Wistar albino rats. 2016;16(3):1–6.

Gammulle A, Ratnasooriya WD, Jayakody JRAC, Fernando C, Kanatiwela, Udagama PV. Thrombocytosis and anti-inflammatory properties, and toxicological evaluation of carica papaya mature leaf concentrate in a murine model. J Med Plant Res. 2009 December;1(2):21-30.

Chinedu E, Arome D, and Ameh FS. A new method for determining acute toxicity in animal models. Toxicology Int. 2013 Sep-Dec; 20(3):224–26.

Sankaranarayanan S, Bama P, Ramachandran J. In vitro trombosit aggregationinhibitory effect of triterpenoid compound from the leaf of elephantopus scaber Linn. Int J Pharm Sci. 2010;2(2):49–51.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Pedoman uji toksisitas nonklinik secara in vivo. Jakarta: BPOM; 2014.

Clifford BC, Mary LA. Clinical laboratory parameters for rats. 2008.

Wintrobe, Maxwell M, John Greer. Wintrobe’s clinical hematology. 13rd edition. Philadelphia: Lippincot Williams & Wilkins. 2012.

Harmening, Denise M. Clinical hematology and fundamental of hemostasis. 5th edition. United States of America: FA Davis Company; 2009

Kharisma Y, Hendryanny E, Riani AP. Toksisitas akut ekstrak air buah pepaya (Carica papaya L.) muda terhadap morfologi eritrosit. GMHC. 2017;5(2):152–8.

E. Baumann, S. Gudrun,V. Andreas, R. Walter, L. Cornelius, W Linss. Hemolysis of human erythrocytes with saponin affects the membrane structure. Acta Histochemica 2.000 March;102(1): 21-35.

John Raphael T. Investigations on immunomodulatory and antimetastatic activity of natural terpenoids and their usefulness in cancer therapy. Amala Cancer Research Centre. University of Calicut; 2006.

Rahayu S, Tjitraresmi. Tanaman pepaya dan manfaatnya dalam pengobatan. Farmaka 2016;14(1):8–10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


P-ISSN 2597-5013 | E-ISSN 2597-5021