Pengaruh Religiusitas terhadap Kebiasaan Merokok pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2016–2017

Dinda Dwi Gusdinar, Yani Triyani, Yuliana Ratna Wati

Abstract


Abstrak
Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 angka kematian akibat merokok mencapai 4.000.000–6.000.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Salah satu faktor protektif penyebab seseorang terhindar dari kebiasaan merokok adalah faktor religiusitas yang berdampak dalam perbuatan sehari-hari. Tujuan penelitian mencari hubungan kebiasaan merokok dengan religiusitas pada mahasiswa tingkat I Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun akademik 2016–2017. Metode penelitian bersifat analitik observational dengan pendekatan cross-sectional dianalisis dengan uji rank Spearman. Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner yang tervalidasi kepada tiap-tiap 35 perokok dan 35 nonperokok yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian analisis data menunjukan nilai P≤0,001 yang berarti terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dan religiusitas. Besarnya hubungan termasuk kategori cukup kuat dengan nilai Rs −0,593. Semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kebiasaan merokok. Hal ini sesuai teori Jaelani, yaitu terdapat hubungan yang nyata antara religiusitas dengan kontrol diri, semakin taat agama seseorang maka semakin tinggi juga kontrol diri yang dia miliki. Menurut Green, terdapat faktor pendahulu yang meliputi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, tradisi, nilai, serta faktor pemungkin yang meliputi ketersediaan sumber-sumber/fasilitas, dan faktor penguat/pendorong yang meliputi sikap dan perilaku orang-orang di sekitarnya.

Abstract
According to the World Health Organization (WHO) in 2015 the death rate due to smoking reach 4.000.000–6.000.000 deaths worldwide each year. One of the protective factors causing a person to avoid smoking is the factor of religiosity that affects daily deeds. The purpose of this research is to find relation of smoking habit with religiosity at first grade student of Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung academic year 2016–2017. This research is an observational analytic with cross-sectional and analyzed by rank Spearman test. The research data were obtained from the validated questionnaires to each of 35 smokers and 35 non smokers who met the inclusion and exclusion criteria. The result of data analysis shows P≤0.001 which means there is relationship between smoking habit and religiosity. The magnitude of the relationship including the category strong enough with the value of Rs=0.593. The higher the religiosity the lower the smoking habit.. This is in accordance with Jaelani's theory, there is a real relationship between religiosity with self-control, the more obedient one's religion, the higher the self-control he has.. According to Green, there are predecessor factors that include knowledge, attitudes, beliefs, beliefs, traditions, values, and enabling factors that include availability of resources/facilities, and boosting factors that include the attitudes and behaviors of the people around them.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


P-ISSN 2597-5013 | E-ISSN 2597-5021