Kontrasepsi Hormonal sebagai Faktor Risiko Kanker Payudara di RSUD Al-Ihsan Bandung

Putri Adinie Esca Nissa, Hidayat Widjajanegara, Wida Purbaningsih

Abstract


Abstrak
Kanker payudara menjadi salah satu dari lima penyebab kematian wanita terbanyak di dunia. Kanker payudara di Indonesia menempati peringkat kedua jenis kanker terbanyak pada wanita setelah kanker serviks. Faktor risiko yang paling berperan penting dalam kanker payudara adalah hormonal, genetik, dan gender. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dan kejadian kanker payudara di RSUD Al-Ihsan Bandung. Metode penelitian ini observasi analitik melalui pendekatan case control study dan secara retrospektif dengan didahului oleh pemeriksaan rekam medis untuk menghitung jumlah kasus dan memastikan status responden sebagai penderita kanker payudara. Sampel penelitian adalah wanita penderita kanker payudara (n=56) di Poli Onkologi dan sampel kontrol adalah wanita bukan penderita kanker payudara (n=56) di Poli Obstetri dan Ginekologi RSUD Al-Ihsan Bandung. Kedua sampel tersebut diambil melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah rekam medis dan formulir wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus terdapat 67,9% pasien menggunakan kontrasepsi hormonal, 37,5% menggunakan kontrasepsi hormonal jenis pil, dan 41,1% menggunakan kontrasepsi hormonal >10 tahun. Hasil uji statistik chi-square didapatkan hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal (p=0,013; OR=2,81; CI 2,04–3,59), jenis kontrasepsi hormonal (p=0,020; OR=2,76; CI 1,89–3,63), dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal (p=0,001; OR=9,06; CI 9,10–11,4) dengan kejadian kanker payudara. Penggunaan kontrasepsi hormonal menyebabkan peningkatan paparan hormon estrogen dan progesteron yang dapat menyebabkan proliferasi sel pada kelenjar payudara dan terhambatnya proses apoptosis. Simpulan, kontrasepsi hormonal menjadi faktor risiko kanker payudara di RSUD Al-Ihsan Bandung.

Abstract
Breast cancer is one of the five most common causes of female death in the world. In Indonesia breast cancer is ranked second most types of cancer in women after cervical cancer. The most important risk factors in the occurrence of breast cancer are hormonal, genetic and gender. The purpose of this study was to determine the relationship of hormonal factors to the incidence of breast cancer in RSUD Al-Ihsan Bandung. The method of this research is analytic observation, through case control study approach and retrospectively by preceded by medical record examination to count the number of cases and to ensure the status of respondents as breast cancer patients. The samples were women with breast cancer (n=56) in outpatient departement oncology and control samples were women not breast cancer patients (n=56) in outpatient departement obstetric and gynecology of RSUD Al-Ihsan Bandung. Both samples were taken by simple random sampling technique. The instruments used are medical record and interview form. The results showed that in the case group, 67.9% of patients were taking hormonal contraceptives, 37.5% used hormonal contraceptives, and 41.1% used hormonal contraceptives for more than 10 years. The result of chi-square test was found that there was a correlation between hormonal contraceptive use (p=0.013, OR=2.81, CI 2.04–3.59), hormonal contraceptive type (p=0.020, OR=2.76, CI 1.89–3.63), and duration of hormonal contraceptive use (p=0.001, OR=9.06, CI 9.10–11.4) with incidence of breast cancer. The use of hormonal contraceptives causes increased exposure to estrogen and progesterone hormones that can cause cell proliferation in the breast gland and inhibition of apoptotic processes. Conclusions in this study that hormonal contraception becomes the risk factor of breast cancer in RSUD Al-Ihsan Bandung.


Keywords


Breast Cancer, Hormonal Contraception

Full Text:

PDF

References


World Health Organization (WHO). Breast cancer estimated incidence, mortality and prevalence worldwide in 2012. [serial on the Internet]. [diunduh 26 November 2016]. Tersedia dari: http://globocan.iarc.fr/old/FactSheets/cancers/breast-new.asp.

Kementerian Kesehatan RI, Pusat Data dan Informasi Kesehatan. Stop kanker. Jakarta: Kemenkes RI; 2015.

Syahruddin MS, Rachmawati M, Istuti RDI. Karakteristik penderita kanker payudara berdasarkan gambaran histopatologi di RSUD Al-Ihsan Bandung periode 2011-2014. SPeSIA Prosiding Pendidikan Dokter. 2015;1(2):3821−27.

Kementerian Kesehatan RI, Pusat Data dan Informasi Kesehatan. Situasi dan analisis keluarga berencana. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.

Pusat Data dan Informasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Situasi keluarga berencana (KB) di Indonesia. Buletin Jendela Data & Informasi Kesehatan. 2013;2(2):1–10.

Al-Amri FA, Saeedi MY, Al-Tahan FM, Ali AM, Alomary SA, Arafa M, dkk. Breast cancer correlate in a cohort of breast screening program participants in Riyadh, KSA. J Egypt Natl Canc Inst. 2015;27(2):77−82.

Soroush A, Farschian N, Komasi S, Izadi N, Amirfirard N, Shahmohammadi A. The roles of oral contraceptive pills on increased risk of breast cancer in iranian populations. J Cancer Prev. 2016 Dec;21(4):294−301.

Setiowati DAI, Tanggo EH, Soebijanto RI. Hubungan antara pemakaian KB hormonal dengan kejadian kanker payudara di Poli Onkologi Satu Atap RSUD Dr. Soetomo Februari-April 2015. Indones J Cancer. 2016 Maret;10(1):11−17.

Kumar V, Abbas A, Aster J. Robbins basic pathology. Edisi ke-9. Philadelphia: Elsevier; 2013.

Sihombing M, Sapardin AN, Penelitian B. Faktor risiko tumor payudara pada usia 25–65 tahun di lima kelurahan Kecamatan Bogor Tengah. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2014;5(3):175–84.

Luthfah U. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pasien dengan tindakan kemoterapi di Ruang Cendana RSUD Dr. Moewardi Surakarta (skripsi). Surakarta: Universitas Surakarta; 2009.

Rianti E, Tirtawati GA, Novita H. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kanker payudara wanita. J Health Qual. 2012;3(1):10–23.

Desyani N. Hubungan umur awal menopause dan status penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker payudara. Jurnal Keperawatan Soedirman. 2009;4(3):102–6.

Sirait AM, Oemiati R, Indrawati L. Hubungan kontrasepsi pil dengan tumor/kanker payudara di Indonesia. Kanker payudara. Maj Kedokt Indon. 2009;59(8):348–56.

Hawari D. Psikiater kanker payudara dimensi psikoreligi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2004

Lembaga Penelitian Universitas Pasundan. Laporan profil kependudukan Kabupaten Bandung tahun 2014. Bandung; Lemlit Unpas Bandung; 2014.

Dewi GA, Hendrati LY. Analisis risiko kanker payudara berdasar riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dan usia menarche. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2015;3(1):12−23.

Septalia R, Puspitasari N. Faktor yang memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi. Jurnal Biometrika dan Kependudukan. 2016;5(2):91−8.

Luwia M. Problematik dan perawatan payudara. Edisi ke-1. Jakarta: Kawan Pustaka; 2004.

Kubba AA. Breast cancer and the pills. J R Soc Med. 2003;96(6):280−3.

Gierisch JM, Coeytaux RR, Urritia RP, Havrilesky LJ, Moorman PG, Lowery PG, dkk. Oral contraceptive use and risk of breast, cervical, colorectal, and endometrial cancer. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 2013;22(11):1931–43.

Ostad SN, Parsa M. Breast cancer from molecular point of views pathogenesis and biomarkers. Dalam: Gunduz M, Gunduz E, penyunting. Breast cancer - focusing tumor microenvironment, stem cells and metastasis. Rijeka: InTech; 2011. hlm. 103−26.

Mustikasari I. Pengaruh penggunaan alat kontrasepsi hormonal dan non hormonal terhadap kejadian kanker payudara (skripsi). Surabaya: Universitas Airlangga; 2009.

Yager JD, Davidson NE. Mechanism of disease estrogen carcinogenesis in breast cancer. N Engl J Med. 2006;354(3):270−9.

Lange CA, Yee D. Progesterone and breast cancer. Womens Health (Lond). 2008 March;4(2):151−62.

Quzwain F, Effendi YS, Hernowo BS, Parwati I. Imunoekspresi ER-α, PR, Wnt5a, dan HMGA2 pada berbagai gradasi tumor filodes payudara. GMHC. 2016;4(2):93–103.

Iqbal IM, Wati YR, Yulianti AB. Perbandingan tingkat kecemasan primigravida dengan multigravida di RSUD Majalaya. GMHC. 2013;3(2):93–100.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


P-ISSN 2597-5013 | E-ISSN 2597-5021