Hubungan Motivasi dengan Tahapan Usaha Henti Rokok pada Pegawai Universitas Islam Bandung

Pebri Riansyah Cladio Lodra Malhotra, Fajar Awalia Yulianto, Annisa Rahmah Furqaani

Abstract


Abstrak
Indonesia menempati peringkat pertama dengan prevalensi perokok terbesar di dunia. Sekitar 30% perokok di Jawa Barat berasal dari Kota Bandung. Pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah perokok dengan pengembangan kawasan tanpa asap rokok yang didukung oleh Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat motivasi dengan tahapan usaha henti rokok pada pegawai Universitas Islam Bandung (Unisba). Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi. Sampel diambil dari pegawai Unisba tahun 2017 yang terdiri atas dosen (20 responden), tenaga kependidikan (15 responden), dan lain-lain (4 responden). Data tingkat motivasi dan tahap usaha henti rokok didapat dari wawancara dengan subjek menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perokok di Unisba memiliki tingkat motivasi rendah paling banyak dalam tahap precontemplation, yakni seseorang yang tidak berpikir untuk berhenti merokok, kelompok sedang dalam tahap contemplation, yakni perokok berpikir untuk berencana berhenti merokok dalam waktu mendatang (6 bulan kemudian), dan jumlah paling sedikit adalah motivasi tinggi dalam tahap maintenance, yakni perokok sudah berhenti merokok lebih dari 6 bulan. Data dianalisis menggunakan Epi Info 7 diperoleh x2 hitung, yaitu 46,4781 dengan p=0,000 (p<0,005). Simpulan, terdapat hubungan antara tingkat motivasi dengan tahapan usaha henti rokok pada pegawai Universitas Islam Bandung.

Abstract
Indonesia ranks first largest prevalence of smokers in the world. About 30% smokers in West Java come from the city of Bandung. Government efforts to reduce number of smokers with the development of smokeless areas supported by Law No. 36 of 2009 on health, Law No. 38 of 2009 on the Environment. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation and effort to quit smoking at employees of Universitas Islam Bandung. This study using correlation analysis method, sample were the employees of BUniversitas Islam Bandung in 2017 which constitutes lecturer (20 respondents), academic staf (15 respondents), and others (4 respondents). Data of motivation level and effort to quit smoking was acquired from interview with subject using questioner that have been validated. The result of this study showed that majority of employess of Universitas Islam Bandung have the low level of motivation in the precontemplation stage which is people who are at this stage are not really thinking about quitting, the middle level of motivation in the stage of contemplation which is smokers are considering quitting sometime in the near future (probably six months), and the high level of motivation in maintenance is smokers have quit smoking for more than 6 months. Data was analyzed using Epi Info 7 obtained x2 is 46.4781 with p=0.000 (p<0.005). In conclution, there were relationship between motivation level and effort to quit smoking at the employees of Universitas Islam Bandung.


Keywords


Motivasi , Quit smoking

Full Text:

PDF

References


Prevalance of tobacco smoking. who [Internet]. 2015 [cited 2017 Feb 9]; Available from: http://gamapserver.who.int/gho/interactive_charts/tobacco/use/atlas.html.

RISKESDAS. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2013. Lap Nas 2013. 2013;1–384.

Dio. 30 Persen Warga Bandung Perokok [Internet]. Tobacco Control Support Centre Indonesia. 2011 [cited 2017 Feb 9]. Available from: http://www.tcsc-indonesia.org/30-persen-warga-bandung-perokok/.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok. 2011;45.

Quitting Smoking: Effects on the Human Body [Internet]. Daily Vaping. 2016 [cited 2017 Feb 9]. Available from: https://quitday.org/quitting-effects.

Song F. Self-help materials for the prevention of smoking relapse. Trials [Internet]. 2012 Dec 30 [cited 2017 Feb 9];13(1):69. Available from: http://trialsjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/1745-6215-13-69.

RISKESDAS. Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Infodatin. 2015. p. 9.

Hogue A. Validation of a Contemplation Ladder. NCBI [Internet]. 2011;137–44. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2845310.

Biener, L., & Abrams, D.B. Pre-activity Evaluation Questionnaire. 2013;10(13):360–5.

Adiyuwono DA. Hubungan Tingkat Pengetahuan Bahaya Merokok dengan Tahapan Usaha Henti Rokok pada Mahasiswa Kedokteran. 2015;42–3.

Abraham Maslow. Teori hirarki kebutuhan. Teor Abraham Maslow. :1–5.

Hikmawati D, Maedasari D, Prasetya PR. Merokok dan penuaan dini berupa wrinkles seputar wajah sekuriti Universitas Islam Bandung. GMHC. 2017;5(2):140–3.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


P-ISSN 2597-5013 | E-ISSN 2597-5021